Jumat, 09 Desember 2011

Untuk Ibu

 
Tuhan, selalu jaga ibuku yang kusayang

Berikan ia pundak yang kuat untuk menanggung bebannya
Berikan ia kekuatan hati untuk memikul penderitaan
Jika mungkin suatu saat aku tak sengaja mengecewakannya

Tuhan…
Engkau membuatnya dari tulang rusuk pria
Untuk selalu melindungi hati suaminya
Ia tidak Kau ambil dari kaki untuk menjadi alas suaminya
Dan tidak juga Kau ambil dari kepala untuk menjadi atasan suaminya
Melainkan Kau ambil dari sisinya untuk mendampinginya
Yang kelak juga sebagai pendamping anak-anaknya

Dan yang terakhir…
Terima kasih, Tuhan…
Untuk semua pekerjaan beratnya
Kau berikan ia air mata untuk tetap membuatnya bertahan
Untuk meredam segala keluhannya
Dan kadang membuat yang melihat ikut menitikkan air mata melihatnya
Tolong selalu kuatkan hatinya…
Ia selalu ada dalam hatiku, sebagai Ibu Periku
Seperti aku selalu ada dalam setiap doa yang ia panjatkan untukMu…

LUCU YAA...

 

Lucu ya, uang Rp 20.000an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal Masjid atau Musholla, tapi begitu kecil bila dibawa ke Supermarket
Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tapi betapa singkatnya waktu itu untuk pertandingan sepak bola
Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film bioskop
Lucu ya, susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat, tetapi betapa mudahnya mencari bahan obrolan bila ketemu teman
Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu di pertandingan bola favorit, tapi betapa bosannya bila Imam  sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya
Lucu ya, orang-orang berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, dan berebut shaf paling belakang bila Jum’atan agar bisa cepat keluar
Lucu ya, perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda, tapi untuk acara lain jadwal gampang diubah seketika
Lucu ya, susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gosip
Lucu ya, bisa begitu percaya pada apa yang dikatakan koran atau TV, tapi sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al-Qur’an
Lucu ya, semua orang pengennya masuk Surga tanpa harus beriman, berpikir, berbicara, ataupun melakukan apa-apa
Begitulah, sebagian besar manusia tidak terasa sering melakukan hal-hal yang lucu!!

U.A.S. part 2


Setelah dirasa siap, ia pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah ada saja yang dikerjakan. Aku rasa kalian mengerti :p
Pengawas masuk ke dalam ruangan bak hakim yang sudah dipersilahkan panitera untuk memasuki ruang sidang. Tas diletakkan di depan kelas bukanlah hal menakjubkan karena banyak “tas-tas super mini” yang bergentayangan di antara mereka.
Kertas dibagi dan dimulailah potret negeri ini. Suara-suara bersahutan mengiringi detik demi detik waktu yang telah disediakan. Tentunya para “master” yang sudah tersohor karena “kepintarannya” mengeluarkan ilmu mereka. Dan untuk para “junior” yang belum terlalu ahli melakukannya, pelan-pelan “berdendang ria”, juga ingin mendapatkan hak yang sama. Sesekali, pengawas menyuruh diam dan kembali ke kesibukannya. Entah membaca koran, mengutak-atik laptop, pencet-pencet hp, dan lain lain yang sama sekali tidak ingin diketahui oleh “penjawab-penjawab soal” ini. Karena mereka tahu, semakin sibuk sang pengawas, semakin berjayalah mereka.
Waktu habis. Jika mereka sudah selesai, tentunya akan dengan berjalan melenggang tanpa beban mengumpulkan soal + “jawaban” mereka. Dan jika belum selesai, tentu saja sudah pasti. Kalian pasti tahu :p
UAS  hari itu selesai dan UAS dengan materi ujian berbeda datang menjemput lagi esok hari. Apa jalan ceritanya sama? Entahlah….